Showing posts with label perkongsian. Show all posts
Showing posts with label perkongsian. Show all posts

Saturday, February 16, 2013

Sediakah untuk bernikah?




Rasulullah S.A.W bersabda yang bermaksud:

"Wahai pemuda, sesiapa di kalangan kamu yang telah mampu untuk bernikah, maka hendaklah ia bernikah. [Hadis Riwayat Bukhari]

Siapakah yang dianggap telah siap menikah?

Iaitu mereka yang telah baligh, pahami Islam, dan dewasa, dia mampu selesaikan masalah, dan mengurus tanggung jawab.

Nikah adalah ikatan agung nan suci, dari sanalah terbangun bahtera dakwah berpasangan dan madrasah balatentara ALLAH selanjutnya. Karenanya, hal baik seperti nikah haruslah dimulai dengan yang baik, buruk awalnya biasanya buruk tengah dan akhirnya. Wallaahu a’lam bishshawwab

Islam menolak maksiat dalam interaksi lelaki-wanita semacam tunangan dan pacaran. Nabi tak mengenalnya samasekali, bahkan melarangnya.

Namun Islam tukarkan metode maksiat dengan metode taat sebelum menikah. Iaitu, khitbah lalu ta’aruf yang halal agar nikah menjadi baik.

Pada asasnya, khitbah-ta’aruf adalah proses yang dijalani oleh orang yang telah mantap hati dan siap nikah, untuk pastikan diri dan calonnya.
Jadi khitbah-ta’aruf bukanlah produk substitusi pacaran, bukanlah pembungkus maksiat pacaran atas nama yang lebih Islami.

Jadi sebelum melakukan proses khitbah-ta’aruf, pastikan semua urusan telah diselesaikan, orangtua pahami niat kita dan merestui niat itu.

Sebelum melakukan proses khitbah-ta’aruf, perancangan juga sudah dibuat, bilawaktu nikah, proses nikah dan segala kaitannya.

Nah, bila semua sudah selesai dipastikan, maka saatnya memilih pasangan, memilihnya dari ribuan untuk satu kebahagiaan dengan tujuan mencari redha ALLAH.

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wanita dinikahi karena empat, harta, keturunan, kecantikan, dan agama, pilihlah yang beragama maka engkau akan bahagia” (HR Bukhari Muslim)

Jelaslah usul Nabi, bagi yang tujuan pernikahannya adalah redha ALLAH dan membangun keluarga sakinah, maka pilihan utama pada agamanya.

Saat pilihan sudah tetap, maka khitbah dilaksanakan. Hal ini adalah bertujuan meminta persetujuan kepada calon yang diinginkan, untuk menjadi pasangan hidupnya.

Bila izin sang wanita telah terucap, khitbah belum selesai sampai situ sahaja, ada redha walinya yang tetap menjadi syarat bagi yang melamar wanita.

Disini perlu interaksi dari pihak lelaki untuk datangi wali perempuan, sampaikan maksud dan niatnya, sampaikan perancangan yang telah disiapkan.

Tentu, perlu pula bagi wanita untuk yakinkan kedua orang tuanya sebelumnya, pastikan tidak ada masalah setelah ada pelamar bertamu.

Maka perlu kiranya, sejak awal saat akhwat telah merasa siap nikah, orang tua dikondisikan, agar tidak menyulitkan pelamar kelak.

Bila niatnya disambut baik oleh wali akhwat, alhamdulillah, khitbah telah terlaksana, akad nikah terbuka depan mata, lanjutkan ke ta’aruf. 

Beza ta’aruf dengan berpacaran adalah bahwa ta’aruf memiliki batas waktu yang jelas dan tetap iaitu akad nikah dan interaksi non-khalwat.

Mengenai batas waktu ta’aruf, tidak ada ketentuan, boleh jadi besok hari atau tahun depan. Lebih cepat lebih baik, serius itu cepat. Ya!! “SERIUS itu CEPAT.

Perlu ditambahkan bagi ikhwan dan akhwat, semakin panjang waktu ta’aruf, semakin besar potensi maksiat, selubungi pacaran atas nama ta’aruf. *na’udzubillah min dzalik.

Interaksi saat ta’aruf juga harus ditemani mahram, lelaki boleh menanyakan perkara yang menguatkannya untuk menikah, apapun itu.

Bagaimana interaksi melalui telefon dan sms?
Boleh selama ada keperluan. Pertanyaan seperti “sudah makan belum”, “sudah tahajjud belum” itu bukan termasuk keperluan. *astaghfirullah al ‘adzhiim wa atuubu ilaiih.

Hati-hati mengotori proses ta’aruf, karena khalwat boleh terjadi bahkan melalui telefon atau di sms, interaksi yang membuai dan sebagainya.

Ingat, ta’aruf itu tidak hanya pada wanitanya, tapi juga keluarganya. Boleh juga libatkan 2 keluarga untuk rencana nikah.

Untuk Para ikhwah, Selama ta’aruf fikirkan selalu, “apakah dia sesuai menjadi ibu dari anak-anakku kelak?”

Untuk Para akhawat, Selama ta’aruf fikirkan selalu, “apakah dia mampu mengimami dan melindungi?”

Perlu diingatkan sekali lagi, bagi para muslimin, lakukan khitbah-nikah saat sudah siap, bukan menyiapkan diri setelah khitbah-ta’aruf.

Bagi para muslimat, silahkan pantau yang melamar anda, bila persiapan belum ada, lebih baik diminta bersiap daripada masalah yang penuh dibelakang. *tegas, jelas ;)

Apakah kesediaan itu bererti miliki kerja? Tidak!

“Nafkah bukan syarat nikah, tapi kewajiban setelah nikah”
namun, bagi calon mertua itu penting. Orangtua hanya ingin anaknya lebih bahagia daripada mereka mungkin :) take it easy boy!

Apakah wanita boleh inisiatif mulai proses khitbah-ta’aruf?
“boleh, seperti Khadijah binti Khuwailid kepada Muhammad bin Abdullah” *Subhanallaah :) another power of woman.

Akhir kalam, khitbah-ta’aruf-nikah bukan untuk suka-suka, bukan pula permainan, niatkan hanya ALLAH yang tahu | semoga dimudahkan untuk menikah :)

~Post kontroversi.. AKU SEDIA MENIKAH.. ^_^

Tuesday, August 7, 2012

::Ketika Allah Menciptakan Wanita::





Ketika Allah menciptakan wanita,

Malaikat datang dan bertanya, "Mengapa begitu lama, Tuhan?"

Tuhan menjawab, "Sudahkah kamu lihat semua detik yang AKU ciptakan untuknya?"

Dua tangan mesti di bersihkan, setidaknya terdiri dari 200 bahagian yang boleh di gerakan & berfungsi baik agar dapat mengolah pelbagai jenis makanan...

Mampu memberikan kemudahan bagi anak-anaknya...

Mempunyai pelukan yang menyembuhkan rasa sakit hati & kesengsaraan...

Dan semuanya cukup di lakukan dengan kedua tangan ini...

Malaikat menjawab, "Hanya dengan dua tangan ini?"

"Tetapi...,Engkau membuatnya begitu halus & lembut"

"Ya..., AKU membuatnya begitu lembut, tapi kamu belum dapat bayangkan kekuatan yang AKU berikan kepadanya agar ia dapat mengatasi banyak perkara luar biasa"

"Apakah dia mampu berfikir?" Tanya Malaikat

Tuhan menjawab, "Tidak hanya berfikir, dia juga mampu berunding dan mengutarakan pendapatnya

Malaikat itu menyentuh dadanya,
"Tuhan, Engkau buat ciptaan ini kelihatan lemah & rapuh, seolah banyak sekali beban untuknya"

"Itu bukan kerapuhan, itu air mata. AKU berikan padanya supaya dia boleh mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan rasa bangga"

"Engkau memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaan-Mu ini sungguh menakjubkan"

"Ya..,betul...!!! Wanita ini mempunyai kekuatan untuk mempersona lelaki...

Dia dapat mengatasi beban hidup, mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri...

Mampu tersenyum bahkan ketika hatinya menjerit...

Mampu tertawa saat hatinya menangis...

Dia boleh berkorban demi orang yang di kasihinya...

Dia boleh melawan ketidakadilan...

Dia bersorak disaat melihat temannya bahagia...

Hatinya terluka saat melihat kesedihan...

Dia tahu sebuah ciuman & pelukan dapat menyembuhkan luka...

"CINTANYA TANPA SYARAT"

Malaikat sangat kagum, "Lalu apa kekurangannya?"

Tuhan menjawab, "Hanya satu hal....., Dia terkadang lupa betapa berharganya dia"


~Allahurabbi.. Moga Allah redha padaku, dalam perjalanan hidupku menjadi muslimah solehah.. InsyaAllah. Ameen Ya Rabb..~

Wednesday, July 20, 2011

Merungkai kisah Dia yang dinanti..


Bulan Ramadhan bukan hanya terkenal sebagai pusat latihan ibadah kepada umat Islam, malah ia juga terkenal dengan peristiwa besar dalam sejarah Islam.Berikut diringkaskan beberapa peristiwa besar yang berlaku dalam bulan Ramadhan sebagai inspirasi kepada kita semua:
Bulan yang diturunkan di dalamnya (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk untuk manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pemisah antara yang benar dan salah. Para pakar tafsir dan hadis merekodkan, Allah juga menurunkan kitab-kitab dan suhuf iaitu kitab-kitab kecil selain Zabur, Taurat, Injil dan Al Quran kepada para rasul terdahulu pada bulan Ramadhan.
2-PERISTIWA BADAR
Pada hari Jumaat 2 Ramadhan tahun ke-2 Hijrah berlakunya perang pertama dalam Islam yang dikenali sebagai Perang Badar. Badar adalah nama tempat di sebuah lembah yang terletak di antara Madinah dan Mekah. Tentera Islam mengawal lokasi strategik dengan menguasai sumber air yang terdapat di situ.
Perang ini melibatkan tentera Islam seramai 313 anggota berhadapan dengan 1,000 anggota tentera musyrikin Mekah yang lengkap bersenjata. Dalam peperangan ini, tentera Islam memenangi pertempuran dengan 70 tentera musyrikin terbunuh, 70 lagi ditawan manakala bakinya melarikan diri.
Peperangan ini adalah suatu yang luar biasa apabila tentera Islam yang kurang jumlah, lemah daripada sudut kelengkapan dan berpuasa dalam bulan Ramadhan memenangi pertempuran. Ini membuktikan puasa bukan penyebab umat Islam bersikap lemah dan malas sebaliknya berusaha demi mencapai keredhaan Allah. Orang yang berjuang demi mencapai keredhaan Allah pasti mencapai kemenangan yang dijanjikan. Allah menegaskan dalamSurah Ali ‘Imran ayat 123:
‘’Sesungguhnya Allah menolong kamu dalam Perang badar, sedangkan pada masa itu kamu orang yang lemah. Sebab itu bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mensyukurinya.’’
3-ISLAM MEMBUKA KOTA MEKAH
Peristiwa ini berlaku pada 10 Ramadhan tahun ke-6 Hijrah. Peristiwa kemuncak ini berlaku apabila musyrikin Mekah melanggar perjanjian Hudaibiah yang termeterai dengan orang Islam. Antara kandungan perjanjian ini menyebut, setiap suku Arab boleh memilih sama ada menjadi sekutu Muhammad ataupun sekutu Quraisy. Kedua-dua pihak tidak boleh berperang dalam tempoh 10 tahun dan tidak boleh membantu pihak lain berperang. Malangnya, dalam suku-suku Arab yang bersekutu itu, ada golongan yang bertelagah iaitu Bani Bakar dan Khuza’ah. Bani Bakar bersekutu dengan Quraisy Mekah manakala Khuza’ah memilih bersekutu dengan Nabi Muhammad.
Pada satu malam, Bani Bakar dengan pertolongan Quraisy Mekah menyerang perkampungan suku Khuza’ah di lembah Watir. Apabila berita itu sampai ke pengetahuan Nabi Muhammad, beliau mengerahkan ratusan ribu umat Islam mara ke Mekah tanpa pengetahuan penduduk musyrikin Mekah. Beliau menolak sebarang rundingan dengan pihak Quraisy sehingga kemaraan umat Islam hanya diketahui apabila hampir memasuki Kota Mekah. Penduduk musyrikin, tanpa sebarang persiapan, hanya bersembunyi di bukit, rumah ibadat dan rumah Abu Sufian.
Akhirnya umat Islam memasuki kota Mekah tanpa sebarang pertumpahan darah. Peristiwa ini menggambarkan pertolongan Allah kepada hamba-hamba yang ikhlas kepadaNya. Allah menyebut dalam Al Quran Surah Al Fath ayat 1:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.”

Sebahagian pakar tafsir Al Quran memberi maksud ‘kemenangan’ dengan kemenangan bermaksud membuka Mekah.
4- PERISTIWA PERJALANAN NABI MUHAMMAD SAW KE TABUK
Apabila pengaruh Nabi Muhammad SAW tersebar ke pelosok Semenanjung Tanah Arab, ia memberikan tamparan hebat kepada Rom yang menjadi kuasa besar pada masa itu. Lantas Hercules, Maharaja Rom Timur (Bizantin) memutuskan untuk menyekat pengaruh umat Islam di utara Tanah Arab.
Apabila berita itu sampai ke pengetahuan Nabi Muhammad SAW, beliau mengarahkan umat Islam berkumpul bagi menghadapi Rom dan mengutip zakat. Pada masa itu tanah Arab dilanda panas dan kesusahan. Iman umat islam ketika itu benar-benar teruji. Namun, mereka tetap taat kepada perintah Nabi Muhammad. Beliau sendiri memimpin tentera seramai 30,000 anggota ke utara Madinah.
Apabila tentera Islam tiba di Tabuk, tentera Rom tidak berada di situ. Sebaliknya Rom menarik diri apabila mengetahui kemaraan tentera Nabi Muhammad SAW yang ramai. Tentera Islam terus mengasak Rom sehingga termeterai perjanjian antara Islam dan Rom. Sebagai persetujuan, Rom tunduk dan bernaung di bawah pemerintahan Nabi Muhammad SAW dan dikenakan cukai sebanyak 3,000 dinar setiap tahun.
Yaman terletak di selatan Semenanjung Tanah Arab. Nabi Muhammad mengutuskan Ali bin Abu Talib dengan membawa surat untuk penduduk Yaman khususnya suku Hamdan. Dalam tempoh satu hari, kesemua mereka memeluk agama Islam secara aman. Peristiwa bersejarah itu berlaku pada bulan Ramadhan tahun ke-10 Hijrah.
6-KHALID BIN AL WALID MERUNTUHKAN BERHALA AL ‘UZZA
Selepas umat Islam membebaskan kota Mekah, Nabi Muhammad SAW menyucikannya dengan memusnahkan 360 patung di sekeliling Kaabah. Lima hari sebelum berakhirnya Ramadhan tahun ke-9 hijrah, beliau menghantar Khalid al Walid bagi memusnahkan patung al ‘Uzza di Nakhla.
Menurut kepercayaan Arab jahiliyyah, al ‘Uzza adalah patung dewi terbesar di situ. Ia sering disebut oleh masyarakat Arab apabila melafazkan sumpah. Khalid al Walid melaksanakan tugas itu dengan bergerak menuju ke Nakhla lalu menghancurkan patung al ‘Uzza. Selepas itu, penyembahan patung pun berakhir.
7-PENYERAHAN BANDAR TAIF
Bandar Taif pernah mencatatkan sejarah apabila penduduknya menghalau Nabi Muhammad SAW semasa berdakwah di sana. Selepas baginda dan umat Islam berjaya membebaskan Mekah, golongan Bani Thaqif berkeras tidak mahu tunduk kepada Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW dan tentera Islam mara ke Taif lalu mengepungnya dalam tempoh yang lama. Akhirnya rombongan mereka datang ke Mekah pada bulan Ramadhan tahun ke-9 Hijrah dengan menyerahkan bandar Taif sebagai tanda menyerah kalah. Patung al Laata yang dipuja sebelum ini dimusnahkan.
8-PEMBUKAAN ANDALUS (SEPANYOL)
Andalus adalah nama Arab yang diberikan kepada wilayah-wilayah bahagian Semenanjung Iberia yang diperintah oleh orang Islam selama beberapa waktu bermula tahun 711 hingga 1492 Masihi. Pada 28 Ramadhan tahun ke-92 Hijrah, panglima Islam bernama Tariq bin Ziyad dihantar oleh pemerintahan Bani Umaiyah bagi menawan Andalus.
Tariq memimpin armada Islam menyeberangi laut yang memisahkan Afrika dan Eropah. Selepas pasukan tentera Islam mendarat, Tariq membakar kapal-kapal tentera Islam supaya mereka tidak berfikir untuk berundur. Akhirnya Andalus ditawan dan menyelamatkan rakyatnya yang dizalimi. Islam bertapak di Andalus selama lapan abad dan meninggalkan kesan tamadun yang tinggi nilainya kepada dunia barat.
Peristiwa ini berlaku selepas subuh hari Jumaat, bulan Ramadhan tahun 459 Hijrah. Ketika itu, berlaku kebangkitan Dinasti Murabit di Afrika Utara. Gabenor Cordova, al Muktamin meminta bantuan Sultan Dinasti Murabit, Yusuf bin Tasyifin bagi memerangi al Fonso VI. Tentera Kristian yang diketuai oleh al Fonso VI yang berjumlah 80,000 tentera berjaya dikalahkan. Dalam masa yang singkat Sultan Yusuf berjaya menguasai seluruh Sepanyol dan menyelamatkan umat Islam. Selepas itu, Sepanyol Dinasti Murabit berdiri sejak 1090 hingga 1147 Masihi.
Pada tahun 126 hingga 1405 masihi, kaum Monggol melebarkan penaklukannya hampir kesemua benua Asia. Menurut rekod, empayar penaklukan mereka meliputi seluas 33 juta kilometer persegi. Jeneral tentera Monggol dikenali sebagai Genghis Khan. Dalam misi penaklukan itu, mereka membunuh melebihi sejuta rakyat negara yang ditakluki. Penaklukan mereka menjangkau hingga ke Moscow dan Kiev.
Pada tahun 1258, tentera pimpinan Jeneral Hulagu Khan merempuh kota Baghdad yang menjadi kemegahan Dinasti Abbasiah. Dalam serangan itu, ramai umat Islam terbunuh dan banyak buku karangan sarjana Islam dibuang ke dalam Sungai Furat dan Dajlah sehingga airnya menjadi hitam kerana dakwat. Pada 15 Ramadhan 658 Hijrah bersamaan 1260 Masihi, angkatan tentera Islam bangkit membuat serangan balas. Tentera Islam dan para ulama pimpinan Sultan Qutuz dari Dinasti Mamluk, Mesir mara ke Palestin selepas Monggol menguasainya. Kedua-dua pihak bertemu di ‘Ain Jalut.
Dalam pertempuran itu, tentera Islam meraih kemenangan dan berjaya menawan Kitbuqa Noyen, seorang Leftenan Kristian yang memberi nasihat kepada Hulagu Khan bagi menyerang Baghdad. Kitbuqa akhirnya dihukum bunuh. Kemenangan itu adalah suatu yang luar biasa apabila Mongol yang terkenal dengan keganasan akhirnya kalah kepada tentera Islam.
Pada 15 Ramadhan 1294 Hijrah, bala tentera Islam Dinasti Uthmaniah yang dipimpin oleh Ahmad Mukhtar Basya dengan jumlah 34,000 anggota mengalahkan tentera Rusia yang berjumlah 740,000. Seramai 10,000 tentera Rusia terbunuh dalam pertempuran itu. Ia menjadi kebanggaan umat Islam mempertahankan agama yang diancam oleh kerajaan Tzar di Rusia.
Dalam sejarah moden, berlaku Perang Yom Kippur yang melibatkan tentera Islam pakatan Mesir dan Syria dengan tentera Yahudi Israel pada 10 Ramadhan 1390 Hijrah bersamaan 6 Oktober hingga 22 atau 24 Oktober 1973 Masihi.Perang Yom Kippur, juga dikenali sebagai Peperangan Arab-Israel 1973,Perang Oktober, dan Perang Ramadhan.
Ia adalah sebahagian daripada konflik Arab-Israel sejak dari tahun 1948. Pada bulan Jun 1967, berlaku Perang Enam Hari antara Israel dengan Mesir, Syria dan Jordan. Dalam pertempuran itu , Israel berjaya menduduki Bukit Golan, Syria di utara serta Semenanjung Sinai, Mesir di selatan sehingga ke Terusan Suez. Selepas itu, Israel membina barisan pertahanan di SInai dan Bukit Golan. Pada tahun 1971, Israel memperuntukkan 500 juta dolar Amerika bagi membina kubu dan kerja tanah raksasa yang dinamai Garis Bar Lev sempena nama Jeneral Israel, Haim Ber Lev.
Israel bermegah dengan kubu Bar Lev yang didakwa ‘tidak dapat ditawan’ kerana mempunyai kekebalan dan teknologi peralatan yang canggih. Namun, tentera Islam berjaya menawan kubu itu sekaligus mengalahkan Israel. Antara peristiwa menarik dalam peperangan ini adalah peranan seorang sarjana Islam merangkap sebagai Imam Masjid Bandar Suez ,al Marhum Syeikh Hafiz Salamah yang mengambil alih pimpinan operasi peperangan.
Beliau menggantikan jawatan ini apabila gabenor daerah bersedia menyerah kalah. Akhirnya para mujahidin gabungan tentera Mesir, Syria dan penduduk bandar Suez berjaya megasak tentera Israel yang terpaksa berundur sehingga terpaksa menyerahkan Semenanjung Sinai dan Bukit Golan.

Subhanallah. Marilah sama-sama kita memanfaatkan Ramadhan Mubarak yang bakal tiba.. Allahu Akram.. 


Tuesday, July 12, 2011

Potret Bersih 2.0..


Bahangnya masih terasa
Derita rakyat terus menyala
kenangan itu tak kan dilupa
tatkala "manusia hitam" itu merobek jiwa

Siapa aku usah dipersoal
hanya insan biasa punya rasa
tindakan 'mereka' buat ku mual
sanggup menggadai anak bangsa

mereka kata kita punca segalanya
tidakkah mereka fikir mengapa kita bertindak sedemikian rupa
adakah kerana takut bayangan peribadi
yang akhirnya memakan diri sendiri

rakyat kini bijak menilai
siapa mulia dan siapa yang keji
sanggup menipu untuk duniawi
hinggakan Allah hilang di hati

Wahai semua, ayuh bangkit
usah takut dan berfikiran sempit
yakin dengan perjuangan walau dihimpit
abaikan saja ugutan dan ancaman yang dipalit

Kita ada Allah dan Rasul
pertolonganNya yang dahsyat pasti menyusul
pantang menyerah pantang berundur
demi pertahankan negara yang kian mundur


Hari demi hari berlalu. Namun, ana dan sahabat2 tidak pernah puas berbicara tentang peristiwa itu. Kita datang dengan aman, namun dihalau dengan pelbagai ancaman dan herdikan. Ana melihat pelbagai derita. Sungguh tergamak 'mereka-mereka' itu bertindak hingga ke tahap yang sungguh ana tidak percaya. Sudah hilangkah nilai kemanusiaan dalam diri mereka. Sedangkan haiwan kini jauh lebih mulia. Fikirlah wahai manusia. 

Ya, mungkin ada yang akan bicara, siapa suruh kita ingkar kata. Baik duduk diam sahaja di rumah, menonton drama. Namun, sejauh mana kita mampu berdiam diri. Meng'iya'kan perkara yang kita sendiri tidak puas hati. Melainkan sesetengah manusia itu. Barangkali telah dididik menjadi generasi pengikut setia. Walau dipijak kepala sekalipun, namun tetap menyanjung pemerintah yang zalim atas alasan mereka yang menyara dan memberi rezeki pada kita. 

Astagfirullah al-azim, perbaikilah aqidah Islami. Sesungguhnya rezeki itu Allah yang beri. Walau di ceruk mana pun kita cuba lari, jika Allah kata 'Kun Fayakun', maka itulah yang pastinya akan terjadi"

fikir-fikirkanlah. Mana yang dirasakan benar, mana yang perlu dibaiki. 

We just walk for democracy.. BUT u hurt your own citizens...

You Are WRONG!!!





Saturday, July 2, 2011

27 Rejab: Bukan Hanya Sekadar Peristiwa..


Gambar sekadar hiasan.. ^_^
Tanggal 27 Rejab telah berlalu. Diari 1 Syaaban pula mula membuka tirai. Namun, bagi ana, masih belum terlambat untuk ana merungkai kembali akan sebuah kisah yang cukup bermakna bilamana Rasulullah telah diangkat untuk bertemu Allah bagi menerima kewajipan ibadah solat. Kisah ini adalah kisah sepanjang hayat. Bukannya sekadar peristiwa biasa semata-mata. Malahan, bukan sekadar sejarah yang akan diceritakan kembali setiap kali 27 Rejab menjelang dan dibiarkan luput dari ingatan bila berlabuhnya tabir Rejab. Ianya perlu diingati dalam setiap helaan nafas kita agar manusia sentiasa mengambil pengajaran daripada apa yang terkandung dalam peristiwa Isra' Mikraj yang berlaku pada malam 27 Rejab itu bagi meneladani perkara yang baik dan menjauhi perkara yang tidak baik. Kisah yang disisipi 1001 makna ini memperlihatkan pelbagai kejadian yang seharusnya memberi keinsafan kepada kita agar sentiasa mengingati Allah dan takut kepada kekuasaanNya. Namun, berapa ramai kah manusia yang masih menyedari akan hakikat ini?? Adakah kalian tergolong dalam kalangan manusia yang akan mengatakan:

1. Eh, dah berlalu ke bulan Rejab? x sedar pun. Bila ye 27 Rejab 2?

2. Nape dengan bulan Rejab? ada peristiwa yang istimewa ke?

3. Malas la nak ingat bulan-bulan Islam ni. Yang berlalu, biarkan berlalu. Life must go on beb.


Fikir-fikirkanlah, adakah kalian termasuk dalam golongan manusia ini. Moga kita dijauhkan. Kerana ianya adalah peristiwa pokok kepada rutin harian yang sering kita lakukan sepanjang hari sebagai kewajipan bergelar seorang Muslim. Ketika inilah, Rasulullah menerima perintah solat sebanyak 50 rakaat. Tetapi akhirnya telah dikurangkan kepada 5 rakaat. Namun, berapa ramaikah manusia yang bersyukur?

Seandainya peristiwa dalam Israk dan Mikraj ini dipelajari dan dihayati benar-benar kemungkinan manusia mampu mengelakkan dirinya daripada melakukan berbagai-bagai kejahatan. Kejadian Israk dan Mikraj juga adalah untuk menguji umat Islam (apakah percaya atau tidak dengan peristiwa tersebut). Orang-orang kafir di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam langsung tidak mempercayai, malahan memperolok-olokkan Nabi sebaik sahaja Nabi bercerita kepada mereka. Kebenaran peristiwa ini telah pun tercatat dalam Kalam Allah. Adakah kita masih mahu menafikannya?
Mafhum Firman Allah S. W. T. : “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsa yang telah kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Surah Al-Israa’: Ayat 1).


Peristiwa Israk dan Mikraj ini merupakan ujian dan mukjizat yang membuktikan kudrat atau kekuasaan Allah Subhanahu Wataala. Allah Subhanahu Wataala telah menunjukkan bukti-bukti kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada Baginda Sallallahu Alaihi Wasallam. Peristiwa yang termaktub pada 27 Rejab ini bukanlah hanya sekadar satu peristiwa tapi satu rahmat buat sekalian alam. 


wallahua'lam.


SELAMAT DATANG WAHAI SYAABAN.. MOGA REJAB YANG BERLALU MEMBERI MAKNA BUAT DIRIKU. DAN RAMADHAN YANG BAKAL TIBA MEMBAWA AKU KE DAKAPAN REDHA MU YA ALLAH. ^_^


Saturday, June 25, 2011

Alangkah nikmatnya ujian untuk merasai kemanisan iman..


Dalam kehidupan menjalankan gerak kerja Islam dan juga dakwah, merasai tekanan ujian adalah satu kebiasaan. Namun tidak semua individu ini yang mampu bertahan kerana manusia itu juga bekerja dengan perasaan bak kata sahabat ana. Ramai yang akhirnya meninggalkan medan tarbiyah dan bidang amal Islami sesudah mereka menghadapi ujian sedang dahulunya mereka adalah seorang yang bersemangat.

Coretan ini ana nukilkan kerana memandangkan keadaan diri ana yang cukup bersemangat waja dalam jalan perjuangan sehinggakan ada yang merasa sangsi dengan kesungguhan ana kerana berpegang dengan kenyataan bahawa jika terlalu bersemangat, satu hari ana pasti tersungkur, pendapatnya begitu. Ana cukup tidak bersetuju. Masakan mereka mampu menilai diri ana berdasarkan kebiasaan yang terjadi pada pejuang2 dakwah  yang lain. Allah yang lebih Maha Mengetahui. Namun, ana sambut baik pesanan mereka agar ana lebih berhati-hati dalam setiap langkah dan gerak-geri. Merasa lemah itu biasa. Namun, jangan dibawa2 hingga sanggup mengisytihar diri sudah 'muflis' untuk berjuang. 


Di dalam Al-Quran ada menyatakan bahawa ujian mesti akan berlaku demi untuk membersihkan barisan dan untuk menguji Iman. Firman Allah dalam surah Al-ankabut ayat 2 yang bermaksud:

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan sahaja mengatakan 'kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi."

Dan firmanNya juga:


Maksudnya: Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik-buruknya) keadaanmu.

Faktor tekanan ujian ini kadang kala menjadi satu sebab keciciran sesetengah para du'at di sepanjang jalan dakwah. Walaubagaimanapun, ada satu perkara yang kita seringkali terlupa bahawa menghadapi situasi diuji ini sebenarnya memberi kita peluang untuk merasai manisnya nikmat iman itu. Ianya dikatakan begitu kerana apabila kita diuji, dan kita berserah diri kepada Allah, bukankah kita akan merasa cukup tenang tika itu.. Ya, ia adalah tanda kita merasai kemanisan Iman. Allah beri kita masa untuk melalui saat itu. Ini lebih baik daripada orang yang tidak diuji dan terus menerus dengan kelalaian duniawi. Sedangkan masa kesenangan itu juga sebenarnya adalah ujian buat manusia namun ianya tidak membawa kemanisan iman bilamana kita lupa pada Allah dan hakikat kita yang hanya sekadar hamba..

Dan menurut Saidina Ali juga, salah satu cara untuk ke syurga adalah dengan merahsiakan sebarang musibah yang melanda diri kita. Kerana dengan itu, kita akan merasa manisnya iman dengan dugaan-dugaan berat yang rasa tidak tertanggung oleh jiwa. Cubalah untuk merasakannya sebelum masa itu sudah terlambat buat diri kita dan Allah akan menarik peluang itu buat selamanya..

JOM KERJA KUAT UNTUK ISLAM!!!
Alangkah seronok apabila kita melakukan sesuatu didasari kerana Allah.. ^_^

Wednesday, June 8, 2011

Menerima dengan Redha..


Alhamdulillah. Keputusan peperiksaan telah selamat diumumkan. Dalam fasa minggu ini, pelbagai ragam manusia yang dapat ana tafsirkan. Semuanya kerana keputusan peperiksaan itu. Hebat sungguh penangannya.. Semua sahabat serta rakan-rakan mahasiswa/wi UKM tidak kurang excitednya untuk mengetahui hasil titik peluh mereka. Namun, ana masih tenang mengumpul kekuatan dan menanti saat yang sesuai untuk mengetahui sejauh mana kejayaan yang ana kecapi dengan usaha yang terlalu sedikit. 

Pagi ini, seorang sahabatku bermasam muka dan hanya mendiamkan diri sahaja. Barangkali kerana keputusan yang diperolehinya. Manakala seorang lagi kelihatan cukup gembira. Bila ditanya, kerana keputusannya meningkat dari sebelumnya. Mabruk sahabat! Cukup mudah bagi diri ini untuk menginterpretasikan perasaan setiap manusia yang berada di sekeliling.. Mungkin itu kelebihan buat diri. Namun hingga kini, ana masih gagal mengertikan perasaan sendiri. Langkahan diri ini masih lagi tenang. Entah mengapa. Mungkin kerana tidak sempat untuk terlalu memikirkan soal benda yang dah berlalu dengan timbunan kerja sebagai perwakilan mahasiswa yang menanti untuk diselesaikan. Walau apapun result exam yang diterima, ianya pasti tidak boleh diubah. Hati ana berbisik.

Petang ini, cukup berani untuk diri ana membuka pengumuman keputusan. Alhamdulillah.. terus merasa ketenangan. Bukan kerana result yang baik atau meningkat, tetapi kerana ana berada di taraf lulus dan terus pengajian. Pasti tenang apabila menerimanya dengan redha. Sedangkan ana yakin, jika rakan-rakan ana mendapat keputusan seperti yang ana perolehi, mereka mampu untuk meraung sehari semalam. Terbayang-bayang kalimah indah dalam kitabullah... 

Firman Allah yang bermaksud:

"Ketahuilah dengan mengingati Allah, hati akan menjadi tenang.."  (Ar- Raad, 28)

Hidup ini perlu diteruskan. Hidup ini perlu ada sisipan kesyukuran. Hidup ini perlu faham konsep pentarbiyahan.. Hidup ini perlu sabar dengan segala ujian. Hidup ini perlu redha segala ketentuan yang Allah tetapkan. Ini kerana..

Firman Allah S.W.T:

وَمَكَرُواْ وَمَكَرَ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ 
Maksudnya: Dan Mereka Merancang, Allah juga merancang. Dan ALLAH sebaik-baik Perancang.  (surah al-Imran ayat 54)

Bagi yang berjaya, ucaplah syukur dan puji-pujian bagi Allah yang Maha Kuasa. Dan bagi yang kurang berjaya, janganlah berputus harap pada Allah. Kebahagiaan hidup kita bukan hanya dengan memiliki sesuatu yang terbaik. Boleh jadi, kita tidak mendapat bantuan Allah dalam memperolehi keputusan yang cemerlang, tetapi Allah berikan kita nikmat yang melimpah ruah tanpa kita sedari. 

Indahnya bila menerima dengan redha..

~ nanie mujahidah gelaran bagiku kerana aku adalah mujahidah itu..

Thursday, April 14, 2011

Episod hati di Fatrah Exam..

Kertas soalan itu ana renung sedalam-dalamnya.. Kosong.. Ya Allah, kenapa dengan diri ini? Selawat diulang berkali-kali atas pesanan sahabat baik ana sebelum kaki melangkah masuk ke dewan andai tidak dapat menjawab soalan yang diberi. Namun, masih lagi kosong.. sepasang mata yang masih diberi nikmat oleh Allah untuk melihat pada saat ini mula bergenang..

Hari ini merupakan peperiksaan akhir bagi paper ketiga untuk minggu ini. Bermakna kali ketiga juga ana hanya mampu berendam air mata tatkala melihat soalan peperiksaan. Diri ana telah berubah. Mengapa semua yang dibaca tidak satu pun diingat. Malah ada nota yang baru sahaja dikilas pandang sebelum masuk ke dewan, juga tidak mampu diingat. Fikiran ana terawang-awang dan terus berputar ke episod hidup ana beberapa tahun yang lalu. (kira flash back la kononnya) Dulu ana merupakan seorang pelajar yang boleh dikategorikan dalam golongan budak pandai. Selalu mendapat markah cemerlang dan menggembirakan arwah ayah dan mak. kalau dulu, habis je exam, terus kawan-kawan serbu tanya susah ke senang.. mesti nanie ni dapat jawabkan... macam tu la lebih kurang dialog mereka. Kini tidak lagi... Keluar je kaki dari dewan, mesti ada je kawan-kawan ajak 'repeat' paper.. ishk33.. air mata hampir jatuh ke atas kertas soalan.. (cepat-cepat cover.. malu kalau pensyarah nampak..kantoi x dapat jawab).. huhu..

Lagi beberapa minit tempoh menjawab soalan tamat. Dan tangan ini juga masih tak mampu untuk menghabiskan ayat-ayat terakhir. (sebab tak tahu nak jawab ape dah).. sedih.. dan terus mengenang kesedihan... akhirnya pasrah. Kertas jawapan yang tak bertulis apa-apa dihantar ke hadapan. (ada la juga jawab sikit2 tapi itu pun tak komfem betul ke salah).. Aduhai diri.. tak larat rasanya nak menanggung kekecewaan. Kalau tempat ni tak ade orang, dah lama jerit sekuat hati. tapi ana hanya mampu menjerit di dalam hati.. tawakkal alallah.. ayat-ayat Allah ana petik untuk menenangkan jiwa yang lara.. 

Diri ini hampir menjadi tak siuman. 3 paper yang musnah membuatkan ana rasa ingin membunuh diri. Terdetik la jugak nak terjun bangunan.. hehe.. tapi InsyaAllah diri ini masih waras. Lebih baik dapat exam teruk sikit dari tak dapat masuk syurga.. Kawan-kawan tahu kan, kalau bunuh diri ni dilaknat Allah, memang ta dapat cium bau syurga. (Sekadar sedikit info untuk dikongsi sebelum menyambung kembali kesedihan)... sob.. sob..

Ya Allah, apakah hikmah yang Engkau mahu tunjukkan pada ku ini.. Tiba-tiba persoalan itu menerjah fikiran. Puas aku meraba-raba mencari hikmah itu. Motor BHS 3564 yang banyak berjasa dalam perjuangan dibawa meluncur laju merentasi jalan. Andainya jalan di UKM ini mak yang punya, dah lama dah bawak motor dengan kelajuan lebih dari yang tertera pada meter kelajuan motor. Rasa puas sebentar dapat hilangkan tekanan dengan merempit. Fuh, muslimat rempit! memang tersentap!

Lagi 7 subjek menanti. Seharusnya ana perlu teruskan perjuangan bukan meratap kekecewaan. Bukan apa, tetiba terfikir, andai telah tercatat bahawa ana akan gagal peperiksaan ini, dan dengan kegagalan inilah yang buat ana lebih dekat dengan Allah, ana redha. Namun, pada masa yang sama, pasti ana juga akan mengecewakan banyak pihak. Pengajian ana di UKM mengambil masa selama 4 tahun. Dan cukuplah ana tidak mampu untuk menambah setahun lagi. Ya Allah, diri ini meletakkan sepenuh keyakinan padaMu. Engkau tak kan mengujiku andai aku tidak mampu.

Firman Allah S.W.T yang bermaksud,

"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." 

-Surah Al-Baqarah ayat 286

Bagaimana untuk ana hadapi ujian ini Ya Allah. Ya, exam bukan segalanya. Namun, bagaimana untuk diri ini berhadapan dengan pelbagai kemungkinan yang satu persatu muncul di fikiran. Adakah nanti kena buang universiti kalau result teruk, menjadi fitnah kepada perjuangan yang dibawa kalau result teruk, mesti mak dan abang kecewa kalau result teruk, susah nak dapat kerja nanti kalau result teruk.. fuhh.. banyak "KALAU" yang menjelma 
dalam otak yang semakin lemah daya ingatan akibat tidak diasah dengan hafalan Al-Quran. 

"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)." -Surah Al-Imran ayat 200

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" -Surah Al-Baqarah ayat 45

Tapi kan.... ana rasa tak mampu dah. Tak larat nak menangis depan kertas peperiksaan. hilang kesopanan dan ketatasusilaan.. huhu.. Baca buku dah, ulangkaji dah. Ingat atau tak apa yang dibaca tu lain cita la.. huhu.. Arghh.. dah putus asa lah macam ni..

"...dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." -Surah Yusuf ayat 12

Erk!! Alamak... ye ke? Dush2.. kena sebijik.. Sabar.. ana perlu sabar. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bersabar.. 

Ya Allah, diri yang hina ini memohon padaMu, permudahkanlah urusanku. Kurniakanlah kecemerlangan buatku. Akan ku hadiahkan kejayaan ini buat ibuku.. Redhailah setiap langkahku. Murahkanlah hati mereka yang memeriksa kertas jawapanku agar memberikanku markah yang tinggi Ya Allah.. getus hatiku..

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal." -Surah At-Taubah ayat 129

Exam.. exam jugak.. qiamullail jangan tinggal. Sejauh mana kita sanggup bersengkang mata sampai lewat malam untuk hafal nota tapi tak mampu nak bangun sekejap untuk qiam.. patutlah tak masuk apa yang dihafal.. muhasabah bersama... =( memang tersentap lagi! Tunaikanlah kewajipan kita sebagai hamba Allah sebelum meminta macam-macam dari Allah. Allah tak pernah kedekut dengan hambaNya.. Ingat tu..

~wah, panjang jugak luahan jeritan hati ana ni. Sebenarnya baru frust balik dari KTAMS exam Spektroskopi Asas tapi tak dapat jawab.. Sob.. sob.. Perkongsian ini bukan sahaja-sahaja tetapi agar sahabat-sahabat yang sedang alami kesedihan menjawab exam juga tahu bahawa Allah sentiasa bersama kita.. Yang dapat jawab dengan cemerlang tu, jangan lupa ucap syukur. Sesungguhnya berbahagialah kamu kerana Allah telah memudahkan jalanmu. Cemburu melihat sahabat-sahabat yang dapat jawab.. Tapi ana tak berhasad dengki. Ana tumpang gembira jika kalian gembira. Doakan ana ye dan untuk beberapa hari yang tak ada exam ni, ana mohon pada sahabat-sahabat...

BAWALAH ANA TERBANG TINGGI MELUPAKAN SEGALA MASALAH DIRI DAN MENDEKATKAN DIRI PADA RABBI~


sekian luahan suci,

nanie mujahidah..
bakal saintis makanan... dengan izin Allah~